RSS

Meninggalkan Tidur untuk Menjemput Berkah Shalat Subuh

30 Mei

Shalat merupakan salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim yang paling utama, namun juga seringkali dianggap remeh dan ditinggalkan dengan berbagai alasan. Salah satu waktu yang sering dianggap paling berat untuk melaksanakan shalat adalah subuh. Waktu subuh adalah saat ketika kita sedang asik menikmati tidur. Kesibukan kita di hari sebelumnya, yang bahkan terkadang menghabiskan waktu sampai jauh malam, membuat kita semakin berat untuk membuka mata. Karenanya pada azan Subuh juga terdapat sebuah kalimat tambahan yang tidak kita temui pada azan untuk waktu shalat lainnya, yaitu:

Ash-sholaatu khoiru min an-naum (shalat itu lebih baik daripada tidur).

Kalimat tersebut sangat tepat, karena, selain merupakan kewajiban sehingga kita berdosa apabila meninggalkannya, shalat Subuh memiliki banyak keistimewaan. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh . Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. Al-Isra’: 78).

Rasulullah SAW bersabda:

“Ya Allah, berkatilah umatku selama mereka suka bangun subuh (yaitu mengerjakan shalatnya).” (HR. Tarmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat shubuh dan isya, dan andaikan mereka mengetahui pahalanya tentu mereka akan medatanginya meskipun dengan merangkak-rangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

”Siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia barada dalam jaminan Allah. Maka, jangan kamu mencari jaminan Allah dengan sesuatu (selain dari shalat), yang pada saat kamu mendapatkannya justru kamu tergelincir ke dalam api neraka.” (HR Muslim).

”Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.” (HR. Muslim).

“Orang yang mendirikan shalat Subuh berjamaah, lalu duduk di tempat shalatnya guna berzikir mengingat Allah hingga matahari terbit, kemudian mendirikan shalat dua rakaat, maka ia memperoleh pahala haji dan umrah secara utuh.” (HR Tirmidzi).

Dari Jarir bin Abdullah ra: ”Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata,”Sungguh kamu akan melihat Rabb (Allah), sebagaimana kamu melihat bulan yang tidak terhalang dalam memandangnya. Apabila kamu mampu, janganlah kamu menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Dari Aisyah ra, telah bersabda Rasulullah SAW, “Dua rakaat solat Fajar pahalanya lebih indah daripada dunia dan seisinya.” (HR. Tirmidzi).

Rasulullah SAW pulang dari shalat Subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya Siti Fatimah masih tidur-tiduran. Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan putrinya itu sembari berkata, ”Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah membagikan rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Shalat Subuh membedakan orang yang mengerjakannya dengan orang munafik, karena melaksanakannya lebih berat dari shalat di waktu-waktu lainnya, dan tidak banyak saksinya. Waktu subuh juga merupakan waktu dibagikannya rezeki, sehingga rezeki kita pada hari itu akan lebih dimudahkan dan diberkahi Allah. Kita juga akan dilindungi dan dirahmati Allah sepanjang hari.

Selain itu, bangun di waktu subuh ternyata juga sangat baik untuk kesehatan kita. Menurut penelitian Dr. Alexander Bruce dari Jerman, pada waktu subuh kadar gas ozon yang mengandung oksigen mencapai puncaknya. Gas ozon ini sangat ampuh untuk mencegah kerusakan paru-paru dan penyakit jantung, memperlancar peredaran darah, membantu otak untuk bekerja lebih baik, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah asma, alergi, penyakit gula, dan penuaan, serta merangsang urat saraf bekerja dengan baik. Dengan demikian, di waktu subuh, kita akan lebih mudah berkonsentrasi, juga tidak mudah lelah.

Mulai jam tiga dini hari juga terjadi penyempitan pembuluh darah otak yang menyebabkan oksigenisasi otak berkurang, juga peningkatan adrenalin yang menyebabkan naiknya tekanan darah dan gangguan kardiovaskuler pada manusia. Akitivitas bangun pagi untuk shalat Subuh, apalagi bila ditambah dengan berjalan ke masjid, meningkatkan kadar nitrit oksida dalam pembuluh darah yang mencegah penyempitan pembuluh darah dan menambah oksigenisasi ke otak, sehingga rasa kantuk yang biasa menyerang kita di pagi hari dapat berkurang. Kita pun menjadi lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan kita selanjutnya. Produktifitas dan kreatifitas kita pun akan meningkat.

Udara segar di waktu subuh, tubuh yang lebih sehat dan bersemangat, pikiran yang lebih jernih, pintu rezeki yang terbuka, rahmat dan keberkahan yang mengiringi hari-hari kita, serta berbagai keistimewaan lainnya. Tentu kita tidak rela kehilangan semua itu hanya untuk tidur sedikit lebih lama.

Sumber : http://www.alifmagz.com/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Mei 2011 in Islami

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: